Penuhi Target, DLH Gresik Genjot Penambahan Ruang Terbuka Hijau Hingga 20 Persen
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik terus berupaya untuk mencapai target ruang terbuka hijau (RTH) sesuai dengan peraturan pemerintah. Saat ini, luas RTH di Gresik baru mencapai 11 persen, yang masih jauh dari ketentuan minimal 20 persen dari total luas wilayah. Kami bekerja bersama untuk memperbaiki kondisi ini demi keberlanjutan lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat.
Sri Subaidah, the Head of the Gresik District Environmental Agency, stated that this achievement shows significant development.
“Ketika saya pertama kali menjabat, persentase lahan terbuka hijau hanya 2 persen. Namun sekarang, syukurlah sudah mencapai 11 persen,” ujarnya.
Menurut penjelasannya, setiap pemerintah daerah harus memenuhi 20 persen area ruang terbuka hijau dari luas wilayahnya, sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.
“Angka ini berperan penting dalam memastikan kelestarian lingkungan di tengah pembangunan yang pesat,” jelasnya. Hal ini sangat penting untuk mempertahankan kesehatan lingkungan secara keseluruhan.
Untuk mempercepat peningkatan luasan Ruang Terbuka Hijau, DLH Gresik telah menyiapkan beberapa program inovatif yang akan dilaksanakan pada tahun 2025.
Salah satu dari banyak program yang kami miliki adalah “Saji Sapo” atau Satu Jiwa Satu Pohon, yang mewajibkan pegawai negeri sipil untuk menanam pohon sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan Surat Keputusan kenaikan pangkat. Program ini juga berlaku untuk calon pegawai negeri sipil dan PPPK yang baru diangkat.
Selain itu, DLH juga berkomitmen untuk menanam 1.500 pohon pada tahun ini. Kami berharap bahwa ini dapat meningkatkan luas RTH di Gresik dan juga membantu mengurangi dampak perubahan iklim serta meningkatkan kualitas udara di wilayah tersebut.
Selain itu, akan ada peningkatan dalam pengawasan terhadap pelaku usaha dan pengembang perumahan. Dengan ketatnya pengawasan ini, setiap perusahaan sekarang diwajibkan untuk menyediakan RTH minimal 20 persen dari total luas lahan mereka. Ini merupakan upaya untuk memastikan keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan yang lebih baik.